Tag

, ,

Nah, kita akan segera memulai pembukaan perdana GTA! *tebar bunga* kita rayakan dengan memakai nekomimi, bercosplay dan melakukan fanservice! *shot* *tepar*
*Bangkitlagi* okeh, gak perlu. Pembukaan GTA, otomatis berarti dibuatnya seri pertama dari ‘Translation of Gaje-ness’ aka Terjemahan Gaje. Aku akan segera mulai, tapi… urgh… ini merupakan bentuk dukungan sejarah terhadap sebuah pasangan yang dengan kharisma tingginya berhasil membuatku bertampang pissed-off. Pairing ini, berasal dari fandom hetalia, merupakan pairing Yaoi aka boy’s love aka homosexual pair aka boy x boy, mari kita sambut (siapkan respon kalian), The Habsburg pair aka Tomato Cake (hoek!) aka Classical Flamenco aka EspAus aka Spain x Austria aka Antonio x Roderich!
Persatuan antara Spanyol dan Habsburg (sekarang namanya austria, jangan bingung) adalah sebuah penyatuan dari kerajaan hasil gabungan Castile dan Aragon (meski si Aragon itu juga tetep bisa eksis ampe tahun 1707) dengan kerajaan Habsburg. Pada masa ini, Spanyol jadi negara yang ekstra luas, daerahnya membentang dari ujung sekitaran Transylvania, semenanjung Portugal (lepas tahun 1640), dunia baru aka Amerika, Filipina, dan sempat mengunjungi Indonesia juga.
Jadi, persatuan ini terbentuk pertama kali di tahun 1504 dan berakhir tahun 1700. Mungkin kalian berpikir bahwa Spanyol-baru-aja-kalah-perang-melawan-Austria-dan-dia-harus-menyerahkan-wilayahnya, karena biasanya persatuan antar negara terbentuk karena perang, kemudian salah satu kalah, dan akhirnya ia harus bersatu dengan yang menang. Tapi persatuan satu ini tidak perlu perang. Persatuan, bagi Austria, cukup memerlukan seorang anak laki-laki dari keluarga mereka, seorang anak perempuan dari negeri lain, pastikan mereka cukup umur, sebuah gaun, baju yang rapi, cincin, makanan yang banyak, bunga, beberapa kompi penjaga, dan seorang pendeta.
Sekarang kalian malah bertanya-tanya, kenapa aku menulis barang-barang yang diperlukan untuk sebuah pernikahan (pernikahan barat tentunya). Itu karena, memang benar, cara kerajaan Habsburg melakukan ekspansi adalah dengan pernikahan. Mereka sudah meluaskan daerah ke berbagai tempat. Plus, saking seringnya mereka melakukan hal itu, di jamannya pak Maximilian (ntu abad 15 akhir ampe sekitar 16 awal) muncul pribahasa, yah, sebenarnya aku tidak terlalu yakin apa ini disebut pribahasa, berbunyi “Bella gerant aliī, tū fēlix Austria nūbe” yang kira-kira berarti “Biarkan yang lain berperang, tapi untukmu, Austria yang bahagia, menikahlah.” Dan juga “Nam quae Mars aliīs, dat tibi regna Venus” yang berarti “untuk kerajaan-kerajaan lain yang diberikan kelebihan Mars, (kelebihan) Venus diberikan padamu.” ‘mu’ disini merujuk ke Austria.
Kembali ke urusan Spanyol yang tadi. Persatuan tersebut bermula ketika Pak Fernando dari Aragon menikahi Bu Isabel dari Castile. Cortes Generales, dewan khusus Castile, mengangkat bu Isabel menjadi ratu-in-action. Setelah Bu Isabel meninggal, Pak Fernando berusaha jadi Raja berikutnya, tapi ditolak ama Cortes dan si Cortes malah mengangkat anak mereka, Juana, menjadi ratu-in-action berikutnya.
Juana menikahi Philip (Felipe, bukan lampu). Si terang ini anaknya Pak Maximilian dari Austria dan Bu Mary dari Burgundia. Mereka berdua (Juana ama Felipe) punya anak, namanya Charles (Charles).
Beberapa tahun kemudian, Juana tiba-tiba jadi gila. Si lampu eh, Philip, dengan izin dari Cortes, mewakili juana untuk sementara, tapi ia meninggal setahun setelah itu.
Akhirnya, dengan gak iklasnya, Cortes memperbolehkan Fernando jadi raja. Fernando pun melanjutkan sampai sekitar 10 tahun berikutnya. Saat itu, satu Spanyol dipimpin oleh Fernando, luas kan?
Waktu berlalu, Fernando tambah tua, Charles tumbuh, dan begitulah. Akhirnya tahun 1516 Fernando meninggal. Spanyol pun diwariskan ke Charles. Baru 3 tahun memerintah, opa die dari bapaknye, Maximilian, tewas meninggal. Satu-satunya kandidat pewaris Austria cuman si Charles doang, secara nyokapnye udah mati duluan. Si Charles pun memimpin dua-duanye, Spanyol ia pimpin, Austria apalagi.
Persatuan ini membuat pak Francis, rajanya Prancis, bingung. Bayangin aje. Ke timur, Habsburg. Ke barat, Habsburg lagi. Ke selatan, eh… agak selatan lagi, habsburg pula. Ke utara, Inggris (taulah, prancis-Inggris udah musuhan sejak lama…) Prancis serasa dikurung ama musuh kali ye saat itu…
-pak Francis nyanyi: timur ke barat, selatan ke utara, isinya… musuh semua…- *writer dilempar sepatu* *writer mohon-mohon ke pak Francis biar gak dipenggal*
Udah gitu, Spanyol jadi negara yang punya militer kuat banget. Waktu Prancis nyerang Italia Selatan, ujung-ujung Prancis kalah, diancurin ama pasukan Spanyol (analogi: Francis mau nge-piip- Lovino, tapi Antonio dengan pemberaninya ngelindungin tuh anak berandal dari Francis the Rapist. Para fangirl: KYAAAAAAAA~)
Sepeninggal pak Charles, dilanjutkan oleh penguasa-penguasa berikutnya. Dalam urusan pernikahan, ada “keunikan” tersendiri, karena darah anggota keluarga Habsburg harus tetap segitunya aja, mereka harus membatasi pernikahan hanya pada anak-anak bangsawan Spanyol dan secara notabenenya, darah keluarga Spanyol sudah tercampur dengan darah keluarga Habsburg. Otomatis, tak ada orang untuk dinikahi lagi, karena semuanya sudah terhubung garis kerabat, akhirnya mereka pun menikahkan sepasang sepupu dekat, atau seorang paman dengan keponakannya. Hal ini, selain menyalahi hukum Islam (tunggu. Mereka tidak beragama Islam, jadi coret dulu bagian ini), dapat menyebabkan cacat fisik lagi mental dan menyebabkan kebingungan.
Sekarang kalian kembali bertanya-tanya. Tuh, bingung, kan? Okeh, ini bukan lelucon. Urusan pernikahan ini, terutama yang bagian paman-ponakan, benar-benar menciptakan kebingungan. Lihat contohnya. Si paman, memanggil ortunya dengan sebutan bapak-ibu atau babeh-emak atau bokap-nyokap. Sementara si ponakan memanggil ortunye si paman (yang sekarang ini suaminya) dengan sebutan kakek-nenek atau opa-oma. Supaya pas, mereka manggilnya apa coba? Kakek? Bapak? Kapak (kakekbapak)? Trus anak mereka? manggilnye apa coba? kayut(kakek+buyut)? Tuh, bingung, kan?
Karena pernikahan ini, dari R 18-R 18 nya, lahirlah generasi yang tidak sehat. Ini disebabkan oleh mutasi gametis (dibentuk di sel telur aka ovum, dan terus diwariskan ke keturunan berikutnya) yang merusak isi DNA. Di keluarga Habsburg ini menurun garis kegilaan dari salah satu leluhur mereka, ibu Juana (ingat kan waktu ibu juana jadi gila?) jadi beberapa keturunannya juga memiliki garis kegilaan. Cacat fisik yang ada di keluarga tersebut adalah Prognatisme Mandibular aka Progenisme. Progenisme adalah semacam kelainan dimana rahang bawah posisinya lebih maju dari rahang atasnya, dan dengan hebatnya dan fantastisnya juga disebut Habsburg jaw, karena betapa seringnya keluarga malang (Gilbert: Atau bodoh?!) ini mendapatkannya. Tapi Progenisme juga memiliki kemungkinan sudah ada sejak sebelum masa ini, berasal dari seorang putri Polandia dari dinasti Piast, cabang Masovia. Jika dilacak lewat daftar ratu Austria di wi-piiiiip-, kemungkinan terbesar adalah Cymburgis, istri dari Ernst, berasal dari tahun 1400-an.
Karena pernikahan sedarah ini pula, anggota keluarga Habsburg banyak yang berstatus mada alias mati muda. Liatin aja ibu Margarita, yang menikahi pamannya sendiri, leopold. Pada umur 21 tahun, dia sudah mati duluan.

Keadaan sosial disana pada masa tersebut

Keadaan sosial disana cukup biasa saja, bagi penduduk beragama Katolik. Tapi penduduk Islam (orang Moor, grup bangsa arab yang sepat menguasai Spanyol dulu), orang Yahudi, dan orang Protestan tidak memiliki kesejahteraan yang baik disana. Para bangsawan Spanyol dan Austria beragama Katolik. Mereka membenci para Protestan dan menganggap mereka pembawa bid’ah. Di masa pak Charles, ada departemen khusus Inkuisisi untuk mencari orang Protestan. Disana juga ada sejenis ‘perayaan’ unik bernama Auto da fé. Auto da fé adalah suatu acara dimana rakyat (Katolik) diundang ke sebuah tempat, dan terdakwa ditaruh di sebuah tempat berposisi dibawah batas tanah. Rakyat akan menghina si terdakwa itu, dan hal ini biasa terjadi bahkan bertahun-tahun sebelum keputusan dibuat oleh hakim.
Philip II, anak dari Charles, dengan cepat meluaskan Inkuisisi ke berbagai tempat di Spanyol. Meskipun penyiksaan lumayan umum di Eropa, cara Inkuisisi dilakukan mendorong banyak korupsi dan pengkhianatan, dan merupakan salah satu faktor jatuhnya ekonomi Spanyol. Tahun 1559, tiga tahun setelah Philip II naik tahta, pelajar Spanyol dilarang belajar ke luar negeri. Pemimpin inkuisisi ditugaskan untuk penyensoran, dan buku-buku tidak bisa diimpor lagi. Ia berusaha mengeluarkan Protestan dari Spanyol, mencegah literatur Lutheran dan Calvinis mencapai Spanyol.
Pada tahun 1502, para Moor di Spanyol dipaksa memeluk agama Katolik, tapi dibawah Charles I, mereka diberi sedikit toleransi dari pemimpin Katolik mereka. mereka boleh melakukan ibadah, tradisi, bahasa mereka tetapi hukum agama tidak terlalu didukung pelaksanaannya. Sayangnya, Philip II malah kembali ke pelarangan-pelarangan seperti masa dulu dan orang-orang Moor pun memberontak. Pemberontakan itu berhasil dihentikan oleh pasukan Italia pimpinan Don Juan aka John pantau, setengah-saudara (ayah sama ibu beda) dari Philip sendiri. Orang-orang Moor pun kabur ke utara, ke arah dataran tinggi. Akhirnya, dengan nasihat Francisco de Sandoval, Philip III mengusir 300.000 Moriscos (orang yang sudah tercatat pindah agama ke Katolik tapi dicurigai masih beribadah agama Islam secara sembunyi-sembunyi) dari Spanyol.
Karena orang-orang Moor dan Yahudi terkenal rajin, pengusiran itu tidak menghasilkan apa-apa untuk ekonomi Spanyol. Beberapa orang masih tinggal dengan cara beternak di pegunungan atau bekerja di suatu kota yang memiliki banyak penganggur. Yang mengherankan, dibentuk dewan khusus untuk menyelidiki masalah tersebut di Castile, dan tidak ditemukan efek apa-apa. tetapi, di Aragon dan Valencia, dimana setengah populasi Moor tinggal, dampaknya sangat jelas terlihat dan menyebabkan keluhan pemilik tanah yang kehilangan pelanggan penyewaan. Sekarang aku heran, kalo setengah populasi itu tinggal di Valencia dan Aragon, kenapa mereka malah ngecek Castile coba? Tuh, bengal, kan?

Keadaan ekonomi disana pada masa tersebut

Populasi mulai kembali bertambah sejak Spanyol berhasil bertahan dari kematian hitam di abad 14 dan 15. Abad 16 merupakan abad perkembangan di Spanyol, saat pertanian dan perdagangan mulai tumbuh.
Setelah abad 16, inflasi di Spanyol (disebabkan oleh utang negara, dan terutama impor emas dan perak dari dunia baru) menyulitkan para petani. Harga rata-rata barang naik 5 kali lipat (wow, bayangkan itu kawan…) diawali oleh wol dan biji-bijian. Ketika harga-harga tersebut cukup masuk akal di abad 20, di abad 15, harga berubah hanya sedikit, dan ekonomi Eropa diguncang dengan revolusi harga. Spanyol, dengan Inggris adalah satu-satunya penghasil wol di Eropa, cukup diuntungkan dengan keadaan tersebut, dan seperti di Inggris, di Spanyol dimulai gerakan penyitaan tanah yang menahan laju makanan dan mengosongkan desa-desa karena penduduknya terpaksa pindah ke kota. Inflasi yang tambah tinggi, beban perang, dan banyak biaya urusan pembagian negara, dan membatasi dagang dengan Amerika telah menahan maju industri yang mungkin bisa memberikan sumber pendapatan alternatif di kota-kota. Faktor lainnya adalah pembawaan militeristik bangsawan Castile. Mereka lebih memilih bekerja di pemerintahan, militer, gereja, dan menghindari urusan ekonomi. Karena kasus militeristik ini, berarti Spanyol menghabiskan kekayaan dan tenaga kerjanya untuk mengurusi perang-perang yang ia ikuti. Dibawah Philip II, perang ini banyak berhubungan dengan membasmi Protestan, tapi seiring menuju abad 17, terlihat jelas bahwa dunia yang telah ada sebelum tahun 1517 tidak bisa dikembalikan lagi. Perang-perang Spanyol pada abad ini kelihatannya lebih untuk mempertahankan dominasi kekuatan aliansi Habsburg-Spanyol di Eropa; meskipun sebaiknya dicatat pula bahwa aliansi tersebut juga sukses membentengi gereja Katolik dari perkembangan Protestan.
Nah, dengan segala susah payah dan pemikiran penerjemahan, juga bantuan kamus untuk menerjemahkan kata yang tidak kutahu,kita telah sampai di bagian akhir. Persatuan ini berakhir pada tahun 1700, saat Charles II meninggal dan tak punya penerus. Charles memiliki cacat fisik yang nampak paling parah, progenismenya membuatnya tak bisa mengunyah. Dia tidak punya istri sampai ia meninggal pada usia 39 tahun, tepatnya tanggal 1 November. Beberapa kerabatnya berebut tahta Spanyol yang ia tinggalkan. Rakyat Spanyol pun perbelah menjadi dua pihak. Salah satu memihak pak Charles VI (Charles anak Juana menjadi HRE aka Holy Roman Emperor sebagai Charles V, ini Charles keenam. Jika dihitung, ia adalah pemimpin ketiga yang bernama Charles di riwayat pemimpin Austria dari masa Habsburg pertama kali sampai Habsburg selese), dan satunya lagi memihak pak Philip, orang Prancis, bergelar Adipati Anjou.

Selengkapnya tentang perebutan tahta yang lebih dikenal dengan sebutan Perang Suksesi Spanyol (suksesi berarti pewaris) ini, akan dibahas di GTA #2!

Iklan