Tag

, , , ,

Dengan rahmat Allah SWT dan selesainya GTA #1, maka kita buatlah GTA #2! *syukuran7hari7malam* kali ini aku akan membahas lanjutan dari masa aliansi Spanyol-Habsburg, yaitu… *jengjeng* Perang Suksesi Spanyol!
Tunggu. Kenapa setelah misah, malah ada perang? Nah ini lagi, perang pula. Dikit-dikit perang, dikit-dikit perang. Tak capekkah mereka itu…
Nah, masuk ke penjelasan. Perang suksesi Spanyol adalah perang yang terjadi akibat perebutan tahta Spanyol setelah penguasa terakhir dari aliansi Spanyol-Habsburg, Charles II, meninggal tanpa pewaris langsung aka anak. Perang ini berlangsung selama 14 tahun (blekok mabok banget 14 tahun cuman buat nentuin pewaris doang!) dari tahun 1701-1714. Perang ini melibatkan Inggris, Austria, Prusia, Portugal, dan Spanyol di satu sisi, lalu Prancis, Bayern, dan Spanyol di sisi lain.
Kalian pasti bingung, kenapa kutulis Spanyol dua kali. Pada saat itu, rakyat Spanyol terbagi dua, satu pihak mendukung persatuan kembali dengan Austria (dan memperpanjang pairing EspAus disini?!) sementara pihak satunya mendukung Pak Philip, Adipati Anjou, di daerah Prancis untuk mejadi raja (keluar mulut harimau masuk mulut buaya. Sama aja atuh yaoinya! –merujuk ke pairing FraSpa-)
Perang ini diakhiri oleh perjanjian Utrecht (1713) dan Rastatt (1714). Perjanjian Utrecht menyatakan Pak Philip Adipati Anjou sebagai raja Spanyol, tapi mencoretnya dari pewarisan Prancis. Beberapa daerah Spanyol diserahkan ke Inggris, Austria, dan Prusia.
Latar belakang perang bodoh! *bletak!
Pak Charles tau dia tidak bisa punya anak, karena dia tidak punya istri dan dia juga cacat (bukan CCD). Akhirnya, kandidat pewaris dicari lewat keturunan saudari-saudarinya, Maria dan Margarita Theresa. Jika diperhitungkan, yang paling dekat adalah Louis, le Grand Dauphin. Gelar Dauphin sendiri sebenarnya berarti lumba-lumba, gambar yang tertampang di lambang kerajaan Prancis (woh, kalau begitu, le grand Dauphin berarti lumba-lumba besar dong… ayo! Tangkap bolanya! Iyak! *diguillottine*), biasa dipakai oleh putra mahkota kerajaan. Si Dauphin satu ini adalah anaknya pak Louis XIV dengan Bu Maria. Berarti, si lumba-lumba putra mahkota ini merupakan ponakannya Charles tercintah.
Tapi ada masalah jika langsung mengangkat Louis jadi Raja Spanyol. Louis juga seorang pewaris Prancis. Jika dia dinobatkan Raja Spanyol, bukankah suatu saat nanti ia juga dinobatkan raja Prancis? Jika begitu, maka Prancis dan Spanyol akan bersatu dan menggoncang keseimbangan kekuatan Eropa, karena Louis bakal memimpin sebuah kerajaan-kekaisaran ekstra besar.
Tentunya ada kandidat lain, yaitu Pak Leopold, Kaisar Romawi Suci. Dia adalah suami dari Margarita. Berarti dia adalah kakak ipar Charles. Tapi, dia tetap saja punya masalah. Dia itu, memiliki kekuatan ajaib yang bisa membuat Roderich dan Antonio yang hampir cerai jadi balik lagi *bletak! “Peace, pak, peace…” *Writer ngacungin tanda V pada Pak Leopold*
Okei, maksud dari itu adalah begini. Pak Leopold sudah berstatus Kaisar Romawi Suci, yang notabene memimpin Austria. Jika dia dinobatkan jadi raja Spanyol, maka dia akan membangkitkan kekuatan aliansi Spanyol-Habsburg dari abad 16. Tapi, dia sesuai dengan wasiat pak Philip IV, yang menyatakan bahwa pewaris Spanyol haruslah dari keluarga Habsburg.
Sementara itu, kandidat baru terlahir di tahun 1692. Pangeran Joseph Ferdinand dari Bavaria, Pangeran Asturias. Orangtuanya adalah Ibu Maria Antonia dari Austria dan Maximilian II, raja-pemilih dari Bavaria. Ibu Antonia sendiri adalah anak dari Pak Leopold dan Ibu Margarita. Berarti, Nak Joseph ini adalah cucu iparnya Charles. Inggris dan Belanda lebih menyukai Joseph, karena dia bukan Bourbon dan bukan pula Habsburg. Dia juga masih memenuhi wasiat, karena ibunya sendiri masih anggota keluarga Habsburg. Karena ia anak Bavaria, dia berasal dari dinasti Wittelsbach.
Semua bertenang-tenang soal pewarisan, di tahun 1698, Inggris dan Prancis menandatangani perjanjian Hague. Menurut perjanjian itu, nak Joseph adalah perwarisnya, Sementara daerah Spanyol dibelah-belah. Louis mendapat Napoli, Sisilia, dan Toscana. Archduke Charles mendapat ‘Tanah Rendah’ alias Belgia, Belanda, dan sekitarnya. Leopold si Adipati Lorraine (bukan yang kaisar) mendapat daerah Milan, tetapi harus menyerahkan Lorraine dan Barrois ke Prancis. Blekoknya, mereka tidak bilang-bilang orang Spanyol. Dasar, mereka kira ini traktat kejutan? Saat Spanyol tahu, ia cuman setuju dengan poin 1, yaitu Nak Joseph jadi pewaris. Mereka sangat tidak setuju dengan bagian pemisahannya.
Masalah kembali muncul ketika Nak Joseph meninggal karena Variola pada usia 6 tahun, tepatnya tahun 1699. Perjanjian Hague tidak berlaku dan dibuatkan perjanjian nomor dua, kali ini dengan pemberitahuan kepada Spanyol. Perjanjian nomor dua gagal karena tidak disetujui oleh pihak yang disebutkan dalam perjanjian, yaitu Austria dan Spanyol. Archduke Charles menolak karena perjanjian itu tidak memberikan Italia Selatan (yang milik Spanyol saat itu) kepadanya. Pak Charles II juga menolak karena itu akan memisah-misah kekaisaran Spanyol dan menurut kehendaknya diwariskan ke Philip, anaknya Louis si Dauphin.
Inggris dan Prancis merancang perjanjian London (1700) untuk mengatur ulang setelah nak Joseph meninggal. Menrut perjanjian tersebut, Prancis mendapat Italia Selatan, tahta diberikan pada Archduke Charles dan Austria tetap mendapat Spanyol, meski dikurang Italia Selatan. Orang Austria yang tidak ikut campur perjanjian, merasa tidak senang karena dua hal. Pertama, mereka ingin mendapat seluruh Spanyol. No splitting, No Partitions. Kedua, jikalau mereka (Austria) tidak mendapat seluruh Spanyol dengan No Splitting dan No Partitions, setidaknya mereka mendapat Italia Selatan, karena Italia lebih kaya, lebih dekat ke Austria secara geografis, dan lebih mudah diatur (emang rambut). Di Spanyol, masalahnya lebih besar. Seluruh anggota dewan bersatu menentang pemisahan tapi masih berdebat mau dipimpin Austria atau Prancis (mayoritas memilih Prancis, sebenarnya)
Pada bulan Oktober 1700, Charles setuju mewariskan seluruh Spanyol pada putra kedua sang Dauphin, Philip. Charles memilih Philip karena, jika dia memilih kakaknya, Louis, le Petit Dauphin, Prancis dan Spanyol terancam bersatu.
Pembukaan!
Ketika Prancis pertama kali mengetahui wasiatnya… “Hei kalian! Aku dapat salinan wasiat pak Philip!” teriak seorang anggota dewan. Anggota lainnya langsung berlari dan berebutan untuk membaca wasiat itu. “Sudah, sudah! Aku saja yang bacakan!” kata si pembawa wasiat. “-Ehm- Nak, nanti pewaris Spanyol setelah saya haruslah berasal dari keluarga Habsburg, kalau tidak… TAK HANTUIN KAMU TUJUH TURUNAN! AWAS AJA!” si pembawa wasiat gemetaran setelah membacanya. “P-Pak Philip… Kejam ya…” kata seorang pendengar. Yang lain mengangguk.
Para penasihat Louis berkata, “Soal wasiat tadi, meskipun kita menang diatas kertas, sebaiknya kita menuruti Traktat London daripada meresikokan perang dengan mengklaim seluruh Spanyol.”
Tiba-tiba, pintu terbuka lebar, dan muncullah… Jean-Baptiste Colbert, sang menteri luar negeri. “Kita ambil semua atau sebagian, kita tetap saja harus melawan Austria, yang hal tersebut tidak sesuai dengan pembawaan dari Traktat London itu sendiri.” Semuanya terkesima, sampai beberapa saat kemudian… “Pak, Anda nguping ya, Pak?” tanya seorang anggota dewan. “Emm…” Pak Colbert, telah ketahuan menguping.
Itulah gambaran gaje saya tentang ‘Prancis dan Wasiat’. Mari kita kembali ke penjelasan.
Kakek Louis (umurnya sudah agak tua saat itu) tentunya memilih argumentasi Tuan Colbert, secara lebih baik dapat seluruh Spanyol daripada hanya Italia saja. Lagipula, Pak Charles, yang telah membuat wasiatnya sendiri, menetapkan bahwa Si Anak Anjou bakal ditawari seluruh Spanyol. Kalau dia nolak, maka adiknya, Si Anak Berry (namanya juga Charles, jadi kupanggil dia Si Anak Berry daripada bingung) akan ditawari. Kalau masih saja lagi menolak, maka Nak Archduke akan mendapatkannya. Kakek Louis tau bahwa Inggris dan Belanda ogah bersekutu dengannya pada sebuah pertempuran untuk memaksakan traktat pemisahan nomor 2 pada orang-orang Austria dan Spanyol yang berogah-ogahan, jadi dia tentukan cucunya menerima tanah Spanyol.
Charles meninggal tanggal 1 November 1700. Tanggal 24, Louis menyatakan cucunya, Si Anak Anjou, sebagai Philip V dari Spanyol. Raja baru ini dinyatakan pemimpin seluruh Spanyol No Splitting No Partition, yang melanggar Traktat London (gubraks!)
Si William III, Raja Inggris, ingin meng-“interupsi”-nya karena dia dengan sak penake dhewe-nya melanggar kesepakatan. Tapi, ia kekurangan dukungan di Belanda, jadi dengan gak iklasnya, Inggris menganggap Philip raja pada tahun 1701.
Tetapi, kakek Louis terlalu agresif menjaga dominasi Prancis. Dia potong Inggris dan Belanda dari perdagangan Spanyol. Karena sesama dipotong, William pun dapat dukungan dari Belanda dan merancang traktat Hague (1701). Traktat tersebut ditandatangani oleh pak Leopold dan perwakilan Belanda. Menurut traktat itu, Austria mendapat daerah Italia yang mereka inginkan, ditambah Belanda, yang akan mencegah daerah itu dari kontrol Prancis, sementara Inggris dan Belanda mendapat hak komersil mereka kembali di Spanyol.
9 hari setelah tandatangan, pendahulu Pak William, Pak James, meninggal di Prancis. Louis dengan sak penake dhewe-nya lagi menganggap putra James, yang bernama James juga, sebagai raja berikutnya. Tindakan ini mengasingkan publik Inggris, dan memberi celah bagi Pak William untuk perang.
Koonflik bersenjata berlangsung lambat, diawali oleh penyerangan Austria ke Milan, sebuah daerah milik Spanyol di Italia.
Pertempuran paling terkenal di seantero perang ini adalah pertempuran Malplaquet (11 September 1709). Latarnya di daerah dekat Komune Malplaquet di Prancis. Grup GA (kalo ga tau yang mana, liat yang lebih banyak anggota) menang, dengan pengorbanan yang cukup besar: mereka harus kehilangan sekitar 20.000 orang sementara Prancis hanya sekitar 10.000 orang, karena itu ada juga yang menganggap ini kemenangan strategi Prancis. Pemimpin pasukan GA adalah John Churchill dan Eugene dari Savoy, sementara pemimpin pasukan Prancis adalah Marshal Villars dan Bufflers.
Perang ini berakhir lewat Traktat Utrecht (1713). Menurut traktat ini, Philip si Anak Anjou menjadi rajanya, dengan syarat dia harus dicoret dari daftar pewaris Prancis dan dia serta anak keturunannya tak boleh mengklaim tahta Prancis selamanya. Beberapa daerah Spanyol diberikan pada Austria, Inggris, Prusia, dan Savoy. Austria mendapatkan daerah Italia dambaannya (halah!) ditambah Belanda. Inggris mendapatkan Gibraltar (semacam daerah ekstra kecil di ujung Spanyol Aelatan) dan Pulau Minorca. Prusia mendapatkan daerah kecil Neuchatel di sebelah tenggara Prancis. Savoy mendapatkan Pulau Sisilia. Di perjanjian ini, Inggris dan Spanyol menandatangani Assiento, sebuah kontrak izin yang diberikan Spanyol kepada Inggris untuk mengirimkan budak dari afrika ke daerah koloni-koloni Spanyol.
Huff… selesai! Topik GTA #3 bakal beda banget, seorang tokoh, saudara-saudara! *tebar sampah* *digebukin semua orang yang disebut di sini* *jadi kotor dan babak belur*

P.S.: nama-nama daerah yang disebutkan memang bikin bingung, akan kujelaskan kira-kira meliputi daerah mana tempat-tempat itu.

Savoy= Di daerah dekat Italia, dan sebagian kecil Spanyol.

Prusia= Di daerah Jerman, dan sedikit daerah Polandia.

Austria= Jangan salah, meski sekarang daerahnya gak gede-gede amat, dulu daerahnya lumayan luas! Dari daerah sekitar Romania, sampai Italia Utara.

Inggris= Pada masa ini, Inggris meliputi pulau Irlandia juga.

Spanyol= Ya, seperti Spanyol jaman sekarang, ditambah Amerika, Filipina, Italia Selatan, dan banyak lagi, jadi daerahnya luas~

Prancis= Daerahnya kurang lebih samalah dengan Prancis jaman sekarang.

Sisilia= Pulau di daerah Laut Mediterania, sekarang milik Italia.

Gibraltar= Sebuah daerah mungil di ujung Spanyol Selatan.

Minorca= Pulau di Laut Mediterania, posisinya di sekitar Spanyol Tenggara, tapi lebih miring ke selatan, di gugusan pulau Balears milik Spanyol.

Neuchatel= Sebuah kanton di Swiss Utara.

Iklan