Tag

Hollaback! Kembali lagi bersama saya! Kali ini, ada sedikit penjelasan. Saya juga menggunakan sedikit Genderbent untuk beberapa tokoh. Ada Lovina, saya sangat yakin pasti udah tau semua, dan Dominik. itu nama untuk Male!Hungary.

Penjelasan sudah selesai, jadi… Selamat membaca!
________________________________________
Tiga hari kemudian…

Rosalie datang ke kantor pagi-pagi sekali, salah satu cara yang selain merupakan simbol kedisiplinan, juga merupakan cara yang baik untuk setidaknya menghindari permulaan hari dengan kejahilan trio pengganggu.
Di depan ruangannya, ia menemukan sebuah kertas yang dilipat rapi.

“Hm? Kertas apa ini?” Tanyanya bingung. Di kertas itu tertulis ‘Untuk: Rosalie Dari: ?’ Dengan melihatnya
saja, Rosalie tahu surat itu adalah surat misterius

“Sudahlah, kubaca nanti saja.” Kata Rosalie memungut surat itu dan membawanya masuk ke ruangannya.
Semua berjalan biasa saja, hingga pada waktu istirahat makan siang dan Rosalie pergi ke kafetaria untuk makan disana, Francis dan Antonio menyelinap ke ruangan Rosalie lewat jendela.

“Hmmm… Apa kau menemukan hal yang menarik disini, amigo?”

“Belum, mon ami, tunggu sebentar… Ah! Aku menemukan kertas!” Kata Francis.

“Ayolah, kemana pikiranmu? Kertas tidak menarik, mi amigo. Carilah yang lain!” kata Antonio.

“Tunggu, mon ami~ Aku yakin ini bukan kertas biasa~” Francis membuka lipatannya, dan membaca sekilas isinya.

“Ooohh~ Kurasa ada yang menyukainya, mi amigo~” Kata Antonio yang juga ikut mengintip kertas itu.

“Baik, kurasa sekarang waktunya beraksi. Ya, kan, mon ami?” Kata Francis, menyeringai. “Benar… Dan ketua kita (baca: Gilbert) pasti memiliki cara terbaik untuk mempermalukan gadis itu…” Kata Antonio.
________________________________________

Rosalie yang sedang makan dengan tenang dan elegannya tiba-tiba terkaget melihat Francis dan Antonio di depannya, melambaikan kertas itu, yang ia kenali sebagai surat yang ia temukan tadi pagi. “Hei! Kalian…” Ia mulai frustrasi.

“Ambil dari kami, kalau kau bisa, mon cherie~” Kata Francis. “Gilbert! Ayo!” Ajak Antonio. Gilbert yang sedang makan wurst malah acuh.

“Sudahlah, mon ami. Mungkin dia punya rencana lain.” Bisik Francis. Antonio hanya mengangguk pelan.

Francis memulai dengan melempar kertas itu ke Antonio. Antonio menangkap kertas itu, lalu bergaya seperti seorang matador dan melempar kertas itu balik ke Francis. Rosalie sendiri berusaha mengambil kembali kertas itu, tapi tidak berhasil.

Ketika kertas itu nyaris mencapai Antonio, Rosalie berhasil menjepit kertas itu dengan jarinya, dan kertas itu juga ditangkap Antonio pada saat yang sama. “Tarian Tango. Yang terakhir megang dapat kertasnya.” “Setuju.”
Mereka malah menari tango bersama *?*, dengan tatapan takjub dari semua orang di kafetaria itu dan BGM Higgledy Piggledy – BanYa Production yang disetelkan Francis dari HP-nya. Ternyata, mereka diam-diam menguasai tarian Argentina ini. Oooh~ Author dan Francis jadi penasaran. Apakah mereka menguasai tarian ini bersama?

Tarian itu terus berlanjut, kadang dengan pose mesra –yang sebenarnya tidak tepat disebut pose mesra karena Rosalienya cemberut dan Antonio senyum-senyum coretmesumcoret- yang berhasil dengan suksesnya membuat Gilbert cemburu. Felicia yang lagi makan pasta tiba-tiba berubah jadi anggota cheerleader salah tempat yang dengan bersemangatnya mendukung Antonio.

Tarian itu berakhir sesuai dengan berakhirnya musik yang disetelkan Francis, dan kertas itu berakhir di tangan Antonio. “Haha! Lihat kan, señorita, señor Antonio Fernandez Carriedo ini bukanlah lawan (baca: pasangan) yang cukup mudah!” Kata Antonio membanggakan diri, sementara Rosalie makin cemberut saja.

“Francis, tangkap!” Antonio melempar, dan ditangkap oleh Francis lagi. “Oh honhonhon~” Ia menghiasnya dengan pita, lalu melemparnya ke Gilbert.

Gilbert hanya diam saja, terus memakan wurst-nya dengan acuh. Begitu kertasnya sudah meluncur bebas dan cukup dekat, ia dengan sigap menangkapnya.

“Bruder, itu kertas puisi yang kau buat tadi malam, ya?” Tanya Ludwig pelan di sebelahnya.

“Ya, dan jangan bilang siapa-siapa atau kau tahu akibatnya.” Jawab Gilbert.

“Y-Ya, Bruder. Jangan sampai…”

-apa yang sebenarnya terjadi, terjelaskan di FLASHBACK-

Malam sebelumnya…

Gilbert sedang menulisi selembar kertas sambil senyum-senyum sendiri. Ia menopang dagunya, berpikir sebentar. “Hmm… Ah!” Ia hendak menulis kembali ketika ia melihat kertasnya telah raib.

“…Bruder, apa ini? Kerjaanmu?” Tanya Ludwig yang ternyata sudah ada di belakangnya.

“Emm… Ya! itu kerjaanku yang awesome!” Jawab Gilbert.

“Hmm… Masa’ ini kerjaan. Bentuknya puisi, bukan laporan tertulis. Kita ini di perusahaan manajemen, bukan perusahaan sastra!” Tiba-tiba, Ludwig tersenyum lebar. Ia menarik napas dalam-dalam, dan bersiap membacakan isi kertas itu.

“-Ehm- Puisi cinta seorang-hmmmph-” Gilbert tidak tinggal diam. Ia bekep adiknya itu dan ia pojokkan ke dinding. “Ingat, adikku sayang…” Kata Gilbert. Ludwig menelan ludah. Rasanya baru kali ini ia melihat Bruder-nya semenakutkan itu. “Kalau kau bocorkan ini ke siapapun…” Kata Gilbert menakutkan, lengkap dengan aura hitam Prusia di belakangnya. “NANTI KUSEMEIN KAMU!” Ancamnya.

“Aaaah! Tak mau~” Kata Ludwig ketakutan.

“Makanya, jangan pernah bocorkan ini ke siapapun, atau kau tahu akibatnya…” “I-Iya, Bruder. Maaf…” Kata Ludwig agak tergagap, dan pergi dari kamar kakaknya.

-FLASHBACK ENDS-

Gilbert terdiam sebentar, dan tanpa disangka-sangka mengembalikan kertas itu ke Rosalie. “Ini, aku lagi males ngejailin kamu.” Rosalie meski bingung tetap mengambil kertas itu dari tangan Gilbert.

“Tumben-tumbennya.” Katanya agak ketus. “Terserah aku yang awesome ini dong.” Balas Gilbert. Mereka saling kembali ke tempat masing-masing, sementara Antonio dan Francis terbelalak melihat mereka.
________________________________________

Sorenya, setelah semuanya pulang kantor…

“Huaaah… Bosan! Gak awesome!” Keluh Gilbert. “Tugasmu sudah selesai, Bruder?” Tanya Ludwig. “Sudah! Semuanya sampai detil terkecil pun sudah!” Jawab Gilbert.

Tiba-tiba, ketua Gilbird datang ke mereka. “Ciip! (Perhatian!)”

“Apa, Gilbird?” Tanya Gilbert.

“Cip cip ciip… (Rosalie…) Ciiip cip cip cip (di rumahnya).” Kata Gilbird.

“Aaah… kalau itu mah biasa! Gak awesome!” Kata Gilbert marah-marah. “Cip! Cip cip cip cip cip, cipcipcip (Tunggu! Dia mau baca puisinya!) Cipcip, cip cicip (Nanti, di taman) Cipcipcip (Sekarang), cipcip cip cicip (Dia lagi mandi).” Jelas *?* Gilbird.

Gilbert dan Ludwig tersenyum liar, dan bertingkah ala orang terkena hipnotis. “Antar kami ke sana…” kata mereka.
“Cip! (Siap!) Cipcipciiiip! (Anak-anak!) Cipcip cicip cip cipcip! (Antarkan tuan-tuan ini ke tempat!)” Kata Gilbird, dan kemudian muncullah rekanan (baca: anak buah) sesama burung, sepasukan penuh.

Pairing Germancest #plak terbang naik burung ke rumah Rosalie. Mereka disuruh Gilbird memakai baju ala ninja agar mengurangi kecurigaan. “Yang cepet woi! Ntar telat melihatnya!” Komentar Gilbert.

“Cip! (Oke!)” Gilbird meningkatkan kecepatan dan… SYUUUNGG… “Whoa!” Ludwig nyaris jatuh dari permadani burung itu. Beruntung ia berhasil menjaga keseimbangan dan tidak jatuh dari ketinggian lima meter.

Di dekat balkon rumah Rosalie, Ludwig dan Gilbert mengamati keadaan. “Eh, Bruder, lihat!” Seru Ludwig. Gilbert dengan waspada langsung mengintip lewat jendela. Mereka melihat Rosalie, baru saja keluar dari kamar mandi dan masih memakai baju handuknya. “Yaaah… Kalian sih, lemot! Telat nih jadinya~ Tapi tetep keren kok, ngeliat dia pake baju handuk doang~” Kata Gilbert.

“Ciip (Tapi), Cipcipcip cicip cipcip cipcip ciiip, cip. (Setelah ini, dia ganti baju, Tuan)!” Kata Gilbird.

“Wah, bener juga! Tumben kamu pinter!” kata Gilbert. Gilbird jadi marah dan mengomando seluruh pasukannya untuk pergi meninggalkan Gilbert dan Ludwig.

“Hei, Gilbird! Tunggu!” Kata Gilbert, namun burung-burung itu tetap saja pergi menjauh. “Yah, malah pergi tuh burung!” Umpatnya.

“Udah ah, Bruder, liat aja!” Kata Ludwig.

Mereka mengambil posisi, membawa popcorn untuk menonton. Tapi tiba-tiba… “Oh ya, sekarang kan sudah sore, jadi kututup saja dulu gordennya!” Kata Rosalie dari dalam kamar.

Ludwig dan Gilbert langsung kaget dan bilang, “Jangan! Jangan! Jangan ditutup!” Tapi sayangnya, gordennya keburu ditutup. “Yaah… gatot deh! Gagal total! Gilbird ninggalin kita, gordennya ditutup lagi! Gak awesome!” Gilbert ngomel-ngomel.

“Ssstt… diem dulu, Bruder. Kayaknya dia keluar deh.” Kata Ludwig menajamkan pendengaran. Tiba-tiba… CKLEK! Terdengar pintu dibuka, dan mereka langsung kelabakan. “Sembunyi! Di… Atap!” Ludwig langsung menarik kakaknya ke atas atap.

Di taman… “Hmm… aku penasaran. Siapa yang mau mengirimiku surat? Surat misterius pula!” Kata Rosalie. “Sebaiknya kubaca dulu.” Ia duduk di bangku taman dan mengambil surat itu dari sakunya. “Hei, ini puisi!”

“Coba kubaca. -ehm- Puisi cinta seorang pump player. E-eh?” Rosalie langsung blushing membaca judulnya.

“Kecantikanmu, melebihi gadis-gadis di lagu Run To You dan Essa Maneira. Ke-sekseh-anmu, lebih dari wanita di lagu Go, Bambole, dan lainnya.” Rosalie tambah blushing lagi membacanya. “Ah, aku malu sekali rasanya. Sebaiknya kupastikan tak ada orang yang datang.” Katanya.

“Oke, lanjut. Dirimu, lebih cepat menarik hatiku daripada Beethoven Virus. Untuk mendapatkanmu, aku rela mengejar bis seperti di lagu Ugly Dee. Tunggu.” Kata Rosalie. Rona merah di pipinya menghilang. “Bukannya di Ugly Dee itu, cuman hati doang yang ngejar bisnya?” Di atap, Gilbert facepalm karena melupakan hal itu.

“Kembali ke puisi. Jika kau merasa marah, aku takut, melebihi ketakutanku terhadap Chimera. Karena aku tahu, jika kau terganggu, kau lebih kelam dari kelamnya latar Maria. Dirimu itu, jika bahagia, melebihi nada indahnya Hungarian Dance nomor lima. Suaramu, jauh lebih indah dari lengkingan biola di Winter. Tunggu lagi.” Kata Rosalie. “Bukannya lengkingan biola di Winter itu memang bikin pusing?” Gilbert kembali facepalm.

“Sabar, Bruder, namanya juga pedekate.” Kata Ludwig.

“Lupakanlah, lanjut. Jika kau mulai bermain pump, kau akan selalu memilih yang Extreme. Hah? benarkah? Kadang aku juga ambil tingkat satu.” Kata Rosalie. “Melihatmu bahagia, membuatmu lebih bahagia dari mendapatkan semua perfect di Turkey March. Melihatmu bersemangat seperti lagu Get Up, membuatku juga bersemangat seperti DR. M. dan terakhir, Kiss Me, itulah yang ingin sekali kukatakan di surat ini. Hmmm… Aku tidak tahu bagaimana responnya, tapi…” Rosalie mencium surat itu. Tiba-tiba, terdengar suara barang jatuh di atas atap.

Rupanya itu adalah Gilbert yang mabok kepayang. “Aaaa~” Gilbert baru saja melakukan ‘mabok tanpa bir’ pertamanya.

“Bruder! Jangan disini! Kau boleh mabok kepayang seperti itu, tapi TIDAK DISINI!” kata Ludwig khawatir.

“Eh, suara apa itu? Sebaiknya aku memanjat atap untuk mencari tahu!” Rosalie mengambil tangga dan naik ke atap rumahnya. “Oh tidak. BRUDER! Dia datang! Ayo cepat kabur!” Ludwig menarik Bruder-nya yang masih mabok kepayang itu pergi dari atap.

Rosalie mencapai atap dan tidak menemukan siapapun disana. “Ah, sudahlah, paling Cuma tikus dan sebangsanya.” Ia turun lagi ke bawah.

Di bawah, ia melihat Dominik yang lagi asik-asiknya membaca doujin yaoi R-18 Germancest. “Hei Dom, kamu lihat ada sesuatu nggak di atap?” Tanyanya ke Dominik.

Dominik hanya terus membaca sambil sesekali menyeruput es cendol *?* yang ada di meja sebelahnya. “Kagak. Aku kan baca ini terus dari tadi. Eh, liat nih, ada gambar Germancest kisu! Manstab~!” Dominik menunjukkan gambar Germancest kisu di doujin itu.

Rosalie melihat gambar itu dengan tampang pissed-off dan cemburu pada Ludwig disana. ‘Kenapa mesti dia sih, yang dicium Gilbert. Kenapa nggak aku aja sih!’ Pikirnya.

“Ya udah, paling cuman kucingnya Herakles yang biasa lewat.” Kata Rosalie, dan dia kembali masuk ke dalam rumah. Dominik masih terus membaca doujin itu, dan sesekali terdengar teriakan fanboy-ing darinya.
________________________________________
Sementara itu, Ludwig dan Gilbert…
“Haduh, tadi itu nyaris saja.” Kata Ludwig yang entah kenapa kata-katanya agak meniru B**ts dari D**a T** E**l*r**. “Ayo pulang, Bruder.” Ludwig membantu Gilbert yang masih mabuk itu berjalan pulang ke rumah.
________________________________________

~OMAKE~

Kembali ke bagian Bad Trio menjahili Rosalie…

“Kalian ini… KEMBALIKAN!” Rosalie masih terus berusaha merebut kertas itu.

“Tidak akan~” kata Francis dan Antonio bersamaan.

“Grrrhh…” Rosalie sudah benar-benar kehabisan kesabaran. Ia berpegangan pada sandaran kursi kayu di dekatnya dan melompat tinggi. “Hijack Centerstep!” Dengan sepatu hak tingginya itu, ia menginjak kaki Francis dan Antonio bersamaan, menggunakan bagian tumit. Wajah Francis dan Antonio langsung memerah menahan sakit. “Flurry Step!” Dan berikutnya, Rosalie, masih dengan sepatu haknya itu, menginjaki kaki Francis dan Antonio berkali-kali, persis seperti di gerakan lagu Turkey March.

Gilbert dan Ludwig terpana. “Kelihatannya, sejak Dominik tidak tinggal dengannya lagi, dia mesti melakukan semuanya sendiri.” Kata Ludwig.

“Termasuk melindungi diri.” Sambung Gilbert. Sementara itu, Lovina nampak sangat senang melihat Antonio berakhir dengan kaki yang seperti itu dan Author menyetelkan intro lagu Faster Z sebagai tanda turut berduka cita.

“Masih mending aku pakai hak yang tidak runcing. Kalau aku lebih sadis, mungkin aku sudah pakai pisau di sepatuku.” Kata Rosalie ke Francis dan Antonio yang masih kesakitan. Lalu ia berjalan pergi meninggalkan dua orang malang itu.
________________________________________

Gimana? Seru? Abal? Gaje? Kocak? Atau apa? Tolong Review ya~ Saya cabut dulu. Daaaah~

Iklan